Ketemu Sang Maestro, Iwan Tirta

iwan-tirta.jpg 

Pertemuan dengan Bapak Iwan Tirta terjadi secara tidak sengaja alias kebetulan. Saat itu saya bersama seorang teman sedang mengantarkan Rombongan Ibu2 dari Jakarta dalam misi perjalanan budaya ke Puro Mangkunegaran Surakarta, saat itu memang sedang ada event besar di sana, berupa pertunjukan kolosal yang akan diadakan keesokkan harinya. Hari itu diadakan bazzar dan open house, sehingga selain dari beliau2 ini ada juga beberapa orang pengunjung, turis asing, kecuali saya yang hari itu tanpa rencana berada di tengah-tengah orang2 penting.

Saat Rombongan Ibu-ibu diterima oleh Kanjeng Putri dan kemudian asyik melihat-lihat aneka produk kain batik yang sedang ditawarkan. Saya menangkap sosok yang tidak asing lagi berada tidak jauh dari tempat saya duduk menyaksikan kegiatan pagi ini dengan suguhan teh nasgitel khas Mangkunegaran yang konon sangat istimewa ini. Nyaris saya membelakangi beliau tepatnya.

Setelah menyadari hal ini, saya berbisik2 kepada teman saya itu untuk menyapa Sang Maestro Batik ini, “Selamat pagi, Pak Iwan…”, Beliaupun kemudian mengulurkan tanggannya menyambut jabat tangan kami, kemudian kami mohon ijin untuk membuat Photo ini.

Yah hanya seperti itu saja, yang sebetulnya bisa lebih. Hanya kapasitas saya tidak memadai untuk mengajukan topik yang sekiranya dapat membuahkan percakapan di pagi itu.

Mudah-mudahan, tatapan mata saya dan rasa hormat saya yang hanya bisa saya utarakan melalui bahasa tubuh ini dapat membuat Pak Iwan merasa dipentingkan oleh saya.

Pelajaran berharga, penting untuk menua dengan prestasi. Memperlihatkan seberapa pentingnya kita menghargai kehidupan kita dengan mengisinya dengan hal-hal penting.

Kunjungi : http://www.iwantirtabatik.com/

Dipublikasi di Maestro | Tinggalkan Komentar

Ketemu Shahnaz Haque

Ketemu Shahnaz Haque

Ketemu Shahnaz luar biasa penasaran, terutama ingin tahu hari itu pakai baju apa dan apa yang akan dibicarakan.

Pertama Baju, ehem…atasan hitam dan celana batik. Yang pakai cantik dan langsing, yah terlihat pantas saja, aku pikir bisa juga jadi ide, namun tanpa unsur “penting” dan “langsing”, apa mungkin yang sederhana tadi bisa terlihat ok, fine….
Kesimpulanku orang tidak penting jangan dulu pakai kostum seperti ini, kecuali mau bobo atau saat di rumah, setidaknya alternatif yang lebih baik daripada pakai daster yang konon bikin para suami “enek”.

Hari itu, Mbak Shahnaz omong-omong tentang Proses Kreatif di depan komunitas guru, dan sharing tentang Buku Toto-chan dan Laskar Pelangi yang cukup pantas sebagai referensi penyemangat bagi dunia pendidikan yang mulai kehabisan bahan bakar.

Namun ada kejadian bikin aku agak “jengkel”, suamiku tiba-tiba jadi kebakaran jenggot, “De, kamu sudah punya buku TotoChan nya, nggak ???” aku yang terbiasa mendapat tanggapan dingin apabila menyampaikan masalah yang berbau edukasi kepada beliau, menjadi heran…Mengapa ada perbedaan reaksi, apabila seorang Shahnaz yang menyampaikan.

Pelajaran berharga, Bila ingin “suara” kita didengar sangat penting jadi orang penting terlebih dahulu.

Dipublikasi di Selebrity | 1 Komentar